Sekarang Aku bisa menatapMu Sebagai mata orang lain!!!
Kemarin ketika sudah ingin terlelap tiba-tiba reminder hp ku berdering, Tepat 6 bulan ternyata dari janjiku.
Saat denting jam mulai berlalu,
tapi kau masih tetap di fikiran yang sama
Itu hanya akan menunjukkan kalau kau tidak tumbuh tapi justru menyusut.
Aku selalu menyimpan masa laluku itu sebagai alasan hidupku, Sampai kemarin.
Entah kenapa aku gelap mata dibuatnya.
Kata orang karena Dia yang terindah.
Kata ku karena Dia yang pertama.
Kata kalian karena Dia yang tertenang.
Betul!!! Tidak salah,
Orang yang beranggapan bahwa cinta pertama itu ada.
Orang yang beranggapan bahwa perbandingan ketenangan dan keindahan itu ada.
Ketika aku mungkin di tanya,
"Kenapa kau bisa sedibutakan itu oleh Dia?"
Interval waktu 9 tahun yang seharunya bagi manusia biasa untuk sudah bisa melupakan semuanya tapi tidak dengan ku :
Harus ku akui ...
Ketenangan yang tuhan ciptakan pada diri mu, menyadarkan bahwa Surga itu benar-benar ada.
Harus ku akui ...
Lagu dan semua hal yang kau ajarkan menyadarkan ku bahwa setiap orang bisa diberi hidayah dari Alloh melalui siapa saja dan Mungkin tuhan memberikan hidayahKu melalui kamu.
Harus ku akui ...
Dengan semua sikap dinginmu.
aku berkali-kali meyambung hati dengan nasihat-nasihatku sendiri, menampar setiap harap.
Manusia normal bisa bertahan hidup 4 menit tapa oksigen, 4 hari tanpa makan.
Tapi 4 Detik tanpa harapan bisa merenggut semuanya.
#Satu_Harapan
Bisa membuat seseorang bertahan seperti kaktus di tengah gersangnya gurun pasir.
Bisa membuat seseorang menuliskan jutaan karya.
Dan Satu harapan juga itu juga yang bisa membawa aku sampai sejauh ini.
Kalau didalam kamus ada kata yang lebih dari pada "Terima Kasih" itupun akan kukatakan,
Sayangnya tidak ada.
Terima kasih telah menemaniku dari menyambut pagi hingga melepas senja.
Aku pernah menatapMu seperti Air yang akan selalu kubenci sebagai Api,
Namun itu tak merubah apapun tentangmu, Justru yang terjadi aku hanya membakar orang-orang sekitarku yang tak bersalah.
Aku pun pernah menjadi daun yang tak pernah membenci anginMu, meskipun kau buat jatuh.
Memendam perasaan dan terjebak oleh hatinya sendiri.
Sibuk ku rangkai semua kejadian disekitarn untuk membenarkan hati yang berharap.
Sibuk kuhubungkan banyak hal agar hati senang menimbun mimpi.
Sehingga suatu ketika, Aku tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.
Satu-Satunya Jalan yang selama interval tahun itu tidak pernah kucoba ;
"MenatapMu sebagai mana kau menatapku sebagai orang lain" Not Something!!!
Hari-hari patah dan kalah,
Hari-hari kecewa dan jatuh,
Akhirnya kulalui juga.
Panjang rentang waktu terasa.
Nyatanya luka lebih dalam dari apa yang aku kira.
Aku menenangkan diri berkali lipat dari patahhati-patahhati sebelumnya.
Dirimu tidak hanya menghancurkan harapanku.
Dirimu juga mengajarkan betapa kejamnya perasaanmu kepadaku.
Dia membuat yang kuberikan dengan segalanya, dibalas hantam tangis sehina-hinanya. Ia campakkan begitu saja, hingga sepenuh latar bumi, sepalung lautan kukutukan sepi sepanjang hidupnya.
Hari itu, usai sudah segala perkara.
Kuhabis kan puluhan matahari yang tenggelam kemudian terbit lagi untuk sampai pada titikku sekarang.
Melihatmu dengan tatapan yang sama.
Malam Pertengahan,
IYA, Saat dimana bulan hanya tersisa sebahagian yang mampu kita lihat.
Aku tak lagi sama sekali membencimu seperti tak awal kucoba
Aku tak lagi sama sekali mencoba mengejarmu seperti pernah kulakukan
Aku tak lagi sama sekali berharap padamu seperti pernah kukatakan
SEKARANG,
Aku tidak butuh #Harapanmu lagi.
Diri ku sendiri sudah cukup untuk melanjutkan hidupKu.
Meskipun tanpaMu aku tak ada disini,
Tapi aku tidak ingin terus terikat oleh benangmu.
Aku sudah punya arah ku sendiri sekarang.
- Terima Kasih -
#DzulQfly Al-Amin
#ZF
#3007
#Ell.
Komentar
Posting Komentar