Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Ujian Praktik Dari Tuhan

Gambar
Ujian Praktik dari Tuhan Beberapa tahun yang lalu saya selesai membaca sebuah buku yang isinya membicarakan tentang hari akhir, yang aspek pembahasannya lebih menekankan pada adanya kehidupan setelah kematian. Judulnya "Nafkhatu al-Ba'tsi; Syawahid al-Hayah Ba'da al-Maut" (Hembusan Kebangkitan; Bukti2 Kehidupan Setelah Kematian). Buku tersebut adalah kumpulan ceramah Fathullah Ghulen, seorang ulama asal Turki, yang kini menetap di Pennsylvania, Amerika. Ghulen dipandang sebagai tokoh Sunni moderat, mirip dengan Said Nursi. Buku yang saya baca ini asalnya berbahasa Turki, lalu diterjemahkan oleh Nuruddin Shawas, seorang penulis dan peneliti asal Turki yang tulisannya banyak dimuat di media online milik Majalah Hira. Buku ini terbilang tipis, hanya berjumlah 111 halaman. Diterbitkan oleh Dar el-Nil, Kairo, pada tahun 2015. Meskipun kecil, menurut saya isinya sangat bagus.  Buku ini secara gari besar menjelaskan makna kehidupan, tujuan dari wujud, permasalah ...

Grand Syekh Al-Azhar adalah juga Syekh Islam & Umat Islam

Gambar
Maulana Syekh Jad al-Haqq Ali Jad al-Haqq rahimahullah lahir pada 5 April 1917 M. Diangkat sebagai Grand Syekh Al-Azhar pada 27 Maret 1982 M, sampai Beliau meninggal pada 15 Maret 1996 M. Sementara Maulana Syekh Muhammad Mutawalli asy-Sya'rawi rahimahullah lebih tua 6 tahun, Beliau dilahirkan pada 15 April 1911 M, wafat 17 Juni 1998 M. Beliau pernah diminta untuk menjadi Grand Syekh Al-Azhar & berbagai jabatan di sejumlah negara Islam, tapi Beliau menolak & memilih untuk memfokuskan diri pada dakwah. Meskipun Maulana asy-Sya'rawi berusia lebih tua dari Syekh Jad al-Haqq, tapi Beliau senantiasa mencium tangan Syekh Jadd al-Haqq, bahkan terang-terangan, tanpa rasa malu, di depan umum & media, suatu hal yang membuat tidak nyaman Syekh Jad al-Haqq. Pada acara penghormatan keduanya di provinsi ad-Daqahliyah, daerah asal keduanya, Lagi-lagi Syekh asy-Sya'rawi mencium tangan Syekh Jad al-Haqq, sampai Syekh Jad al-Haqq meminta Syekh asy-Sya'rawi bersumpa...

Rahasia Qiyamul Lail

Gambar
Imam Nawawi Rahimahullahu di dalam al-Majmu' menulis pada bab sholat sunnah sebuah ''far'un'' ; judul untuk permasalahan cabang yang masih berkaitan dengan sub bab yaitu : فرع في مسائل مهمة تتعلق بصلاة الليل  'Cabang : tentang beberapa hal yang penting dan perlu diperhatikan berkaitan dengan shalat malam' Ada 10 poin yang beliau catat yang seyogyanya diperhatikan oleh pecinta dan penikmat shalat malam : 1. Disunnahkan bagi setiap orang yang bangun untuk melakukan shalat malam, mengusap (menghilangkan) rasa kantuk dari wajahnya, bersiwak, memandang ke atas langit dan membaca ayat terakhir dari surat Ali ‘Imran (إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ ), (hingga akhir surat). Cara ini dijelaskan dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. 2. Mengawali shalat malam dengan melaksanakan shalat dua raka’at yang ringan lalu dilanjutkan setelah itu dengan durasi semaun...

Konsep berfikih untuk kaum Awam ~

Gambar
Konsep berfikih untuk kaum Awam ~ . Jika sudah melakukan konsep berfikih - di postingan sebelum ini- untuk kaum khawash, maka tahapan selanjutnya adalah menyampaikan untuk kaum Awam. . . Menjadi seorang mujtahid bukanlah hal yang mudah. Al Imam Ahadul Jalalain As Suyuthy pernah mengaku bahwa dirinya adalah seorang mujtahid dengan mengatakan: ‎"قد أقامنا الله في منصب الاجتهاد لنبين للناس ما أدى إليه اجتهادنا تجديدا للدين" “Allah Swt telah menjadikanku seorang mujtahid agar aku menjelaskan kepada umat hukum-hukum syariat sebagai bentuk penyegaran terhadap agama ini”. Klaim di atas menggoncangkan dunia Islam pada saat itu, banyak ulama yang tidak menerima klaim tersebut, mereka berbondong-bondong mendatanginya dan mengirim surat yang berisi permasalahan-permasalah untuk diselesaikan. . Bisa dibayangkan, ulama sekaliber imam Suyuthi ketika mengaku sudah sampai ke derajat ijtihad, banyak para ulama yang menentangnya. Ini menunjukan betapa sulitnya menjadi seorang mujta...

Konsep berfikih untuk kaum Khawas ~.

Gambar
. Beliau adalah salah satu sosok yang sangat ngefan dengan Imam Al Mawardi, dalam majlis Ahkam Sulthaniyyah termasuk majlis tadi siang beliau sering mengulang-ngulang kata 'انتبه يا بني في هذه المسألة الدقيقة' (perhatikan masalah yang dalam ini). Yang membaca kitab ini pasti akan melihat bagaimana kefaqihan imam Mawardi, rinci, detail. Permasalahan yang sekilas ringan, Al Mawardi mampu mengulasnya dengan sangat rinci. . Karena itulah Beliau juga sering berpesan untuk mengambil satu madzhab saja, mempelajarinya dengan detail dari kitab-kitab induk dan muktamad, bukan mempelajari hukum fikih secara umum dari berbagai madzhab. Kuasailah satu madzhab dengan tidak fanatik terhadap satu madzhab ~ . . Bermadzhab tidaklah mudah, konsep bermadzhab atau berfikih dengan merujuk ke kitab-kitab Hadis Ahkam, Fatawa Kontemporer, Fikih Muyassar, dan atau Mausu'ah Mu'ashiroh, itu sangat perlu diperhatikan dan harus hati-hati dalam mengambilnya, tidak ada jalan lagi bagi kita...

2 Sisi Mata Uang, Ilmu dan Amal.

Gambar
Salah satu nasehat Imam Al-Ghazali kepada muridnya dalam kitab "Ayyuha al-Walad" adalah: العلم بلا عمل جنون ، والعمل بغير علم لايكون. "Ilmu tanpa amal adalah sebuah kebodohan, dan amal tanpa ilmu adalah suatu kesia-siaan" "العلم بلا عمل جنون" Beliau menyebutkan bahwa berilmu tanpa beramal adalah suatu kebodohan.  Pada hakikatnya ilmu itu dicari untuk diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan. Sebab esensi dari suatu ilmu adalah pengamalan. Ketika ilmu tidak diamalkan maka ilmu tersebut telah kehilangan esensinya, dan menjadi tidak berfaedah.  Bagaimana mungkin tatkala orang yang sangat membutuhkan ilmu dan berusaha mendapatkannya, akan tetapi ketika sudah memperolehnya ia malah tidak mengamalkan ilmu tersebut?! Menurut Imam Al-Ghazali orang tersebut adalah orang yang tidak memiliki akal sehat (junuun). Karena dia telah susah payah mencari suatu ilmu, namun ia tidak menjadikan ilmu tersebut memiliki manfaat di dalamnya. Contoh paling mudah adalah...