CELOTEHAN UJIAN

Kairo, 25 Mei
Hari ini, Ini hari sama saja 😂

2 Telah selesai dengan hanya bisa menarik nafas...
Al-QURAN : Kisah-nya begitu menarik, setiap orang akan mengandalkan daya hafal masing2. Aku? Hanya bisa iri, Mungkin bagi segelintir orang yang mulai belajar agama dengan menghafal akan terasa mudah berbeda dengan ku, Belajar Al-Quran hanya kudalami secara otodidak di SMA dulu.
Aku tidak pernah tertarik untuk menghafal, entah kenapa? Mungkin karena aku mulai belajar dari membaca kitab, mengakal2i baris sampai harakat bacaan bahkan memperdebatin perbedaan satu harakat akhir doank. Di Pengajian dulu bagiku bisa menguasai hal itu dan berbagi sampai belajar bersama adalah sebuah keberuntungan tanpa pernah menoleh untuk menghafal.
KEMARIN, ketika ujian Al-QURAN aku melihat orang menghafalkannya diluar kenapa? ketika kulihat diriku, Aku hanya bisa menghafalkan susunannya sesuai tata bahasa dan rentetan kisahnya secara arti Bahkan kadang gagal fokus kebalik. tapi aku sadar, Kalau aku suka Fiqih otomatis menghafal itu Penting, Kareba aku pengen menjaga syariat ini Maka التقصير من جفظها تقصير من حفظ الشريعة. Singkatnya itu alasanku menghafal.

TAUHID : Rentang waktunya 2 hari, Tapi lucunya aku gunakan untuk meringkas pelajaran lain yang masih ada minggu selanjutnya. "Memandang Remeh" itu yang ku tau bahwa salah, Sekalipun kitabnya pernah di tammatkan di pengajian Tapi bukan menjadi alasan untuk mengabaikannya, 3 Jam sebelum dentang jam ujian baru ku buka catatanku , Dan ketika melihat soal ... Alhamdulillah hanya di suruh menjawab 3 dari 4 soal Padahal satu soal itu memang tak ku ketahuai. Aku Menyesal sama seperti mengejar bayangan kita sendiri, semakin dikejar, semakin jauh dari jalan keluar.
Dulu aku berfikir, Tidak ada gunanya aku belajar Mantiq aku hanya tau teorinya, belum tau dimana dia bisa kugunakan. Ehhh pas Ujian tadi wahyu kembali turun melalui Qodiyah-Qodiyah Syartiyyah mantiq itu aku hanya perlu membaca soalnya untuk membuktikan dalil Aqlinya seperti mengatur permainan di PS 2017.

Dunia ini aneh menurutku setiap orang harus sadar seharunya apa bakatku. Loh bukannya karakter itu sama saja dengan bakat?
Jelas beda : Bakat dibawa dari lahir. Karakter dibawa sampai mati.

Masih tersisa 5 Lagi,
HERE WE ARE,
Ujian pas Ramadhan akan lebih menarik sepertinya. aku hanya tak boleh lengah apalagi mengulang kesalahan kedua kali.
Bodoh namanya, Kalau mengulang kesalahan yang sama dua kali.
Kalau berharap tapi tidak di anggap itu bukan bodoh tapi Manusiawi.

#ZF3007
#egypt
#azhar


Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Membuktikan Eksistensi Tuhan" Apakah menjadi salah satu alasan Al-Quran diturunkan?

Grand Syekh Al-Azhar adalah juga Syekh Islam & Umat Islam

Itu (KAMU)