Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Sepi tak ber(T)epi

Gambar
Aku belajar bicara pada hening. Karena sepi sudah akrab denganku. Meski Tingkat sepi paling mengerikan, adalah sepi dalam keramaian dan itu yang selalu ku lalui. Tapi Inilah pengabdian di jalan yang sepi, perjuangan yang sering kali tak bertepi. Aku selalu ingin sekali berbisik: "Selamat Malam kamu yang tak dekat dan tak jauh, yang menyelusup sampai ke mimpi sepi". Sendiri, Sepi dan Sunyi yang akhirnya mengumpulkan lara. Menutup paksa katup bahagia, pada hati yang terbiasa oleh kecewa yang disimpan atas tawa. Berbohong pada diri sendiri? Mungkin IYA. Padahal jujur pada diri sendiri itu seperti cermin. Sekali dia retak, pecah, maka jangan harap dia akan pulih seperti sedia kala. Kuterka", mungkin ini alasan kenapa banyak orang yang tak dapat berdamai dengan realita lalu menjadi induvidualis setelah ia dihancurkan berkeping-keping. Padahal seharusnya untuk mempertajam pikiran, kita seharusnya lebih sering belajar daripada merenung, agar tak hancur berkeping-keping...

KuMulai Terbiasa - Makasih

Gambar
Kini, aku mulai terbiasa dengan kepergianmu.. Perlahan-lahan aku mulai melupakan sosok dirimu yang dulu pernah ku kagumi dalam diamku, Terimakasih telah pergi.. . Karna kepergianmu, Mengajarkan aku untuk belajar mengikhlaskanmu Mengajarkan aku untuk melupakanmu, Mengajarkan aku untuk tidak berharap pada dirimu yang belum tentu menjadi mimpi di masa depanku.. . ...... Mungkin dulu aku masih sangat sulit menerima kenyataan bahwa aku akan kehilanganmu, Tapi setelah aku merasakan kecewa Aku tersadar ditengah lamun.. ... . Allah sangatlah cemburu.. . Allah cemburu karena aku lebih menyukaimu, Allah cemburu karena aku lebih mementingkanmu, Allah cemburu karena aku terlalu berharap padamu, Ya! Allah cemburu.. Karna saat itu, Duniaku hanya tertuju padamu.. . . Dan beruntunglah diriku saat ini, Karna Kepergianmu yang membuatku mulai berubah untuk berhenti mengagumi sosok masa lalu seperti dirimu. Dan lagi, berkat kepergiamu itu, membuatku  untuk bisa memperbaiki hubung...

Ter(Untuk)-Kamu dan Dia tanpaKu

Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku.  Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu.  Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing mendekatimu. Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala.  Kamu dengan seseorang yang memilihmu.  Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu.  Namun , untuk pertama kali aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu. Kamu suruh aku untuk melupa?   Sedangkan menutup mata saja kau selalu datang, pernah kucoba berlari tp sayang nya jalan yg kutempuh ini adalah jalan yg pernah kita lalui bersama.  Pernah kucoba hapus memori di benakku tentangmu tp nyatanya hatiku adalah pengingat yg baik. Bagaimana mungkin aku bisa lupa, jika semua hal di seki...

Ter-UntukMu

Gambar
Aku pernah belajar merelakanmu berkali-kali. Melepasmu pergi dengan cinta yang lain. Membiarkan kesempatan memilikimu hilang untukku. Sebab kamu berhak bahagia; meski sesungguhnya aku tidak bahagia dengan keputusan itu. Ketidak-beranianku mengikatmu memberi ruang bagi orang asing mendekatimu. Kupikir hidup akan baik-baik saja. Semua harus berjalan seperti sedia kala. Kamu dengan seseorang yang memilihmu. Aku dengan hati baru yang mencoba tumbuh di hidupku. Kuberikan hatiku pada seseorang yang lain. Kubiarkan dia menggantikanmu. Namun , untuk pertama kali aku keliru. Melupakanmu ternyata tidak pernah semudah itu. Kamu suruh aku untuk melupa? Sedangkan menutup mata saja kau selalu datang, pernah kucoba berlari tp sayang nya jalan yg kutempuh ini adalah jalan yg pernah kita lalui bersama. Pernah kucoba hapus memori di benakku tentangmu tp nyatanya hatiku adalah pengingat yg baik. Bagaimana mungkin aku bisa lupa, jika semua hal di sekitarku selalu mengingatkanku akan dirimu. ...

Se(MeraH) Jerih

#KAMU Aku telah membuka semua pintu dan melepas merpati-merpati itu pergi. Tanpa pesan, tanpa persinggahan, Yang kuanggap sebagai tempat kau bunuh kenangan kita berkali-kali. Aku tak akan pernah memberinya denyut nadi lagi agar hidup kembali. Kadang aku hanya ingin bercerita, Menuangkan semua keluh kesah yang ada, Melepas takut yang mengikat, Berharap pekat tak lagi lekat. Kau tau apa hal paling sesak kini? Ingatan tentang detik-detik hampa itu yang seperti langkah tak berjejak, senja tapi tak jingga, cinta tapi tak dianggap. aku yang mengemis untuk ditangkap tapi menolak tuk dilukai. aku yang memohon dilirik tapi menolak untuk ditatap. Sampai kini, Aku masih ingin memastikan tanya ini : " Setidak Ber-Arti itu aku dimataMu? Setidak penting itu aku? Setidak ada sama sekali aku untuk diingatanmu? Sebodoh inikah aku ternyata mempercayai orang yang hanya menjadikanku pelampiasan atas masa lalunya?!" Mungkin inilah sepi yang akhirnya mengumpulkan lara. Menutup paksa ka...