KETAWADHUAN IMAM SYAFI’I DAN SYAIR MENJELANG WAFATNYA

Pada tahun 204 H/819 M, Imam Syafi’i menemui ajalnya dalam usia 54 tahun. Penyakit bawasir adalah perantara yang menghantarkan seorang Imam yang menguasai segala macam disiplin ilmu ini menuju ajalnya.

Al-Muzani, salah satu murid kesayangannya, suatu saat pernah mengunjungi sang guru yang sudah semakin lemah dengan penyakitnya. Ia mencoba berdialog kepada gurunya seraya berkata:

“Wahai Guru, apa gerangan kondisimu dipagi hari ini?”

Sang Guru menjawabnya :

أصبحت من الدنيا راحلا ولإخواني مفارقا ولكأس المنية شاربا وعلى الله واردا ولسوء عملي ملاقيا

“Pagi ini, aku akan bertolak meninggalkan dunia, berpisah dengan saudara, meneguk segelas air kematian, bertandang kepada Alloh, dan menjumpai buruknya amalku.”

Kemudian ia menatap langit sambil melantunkan dua bait syiir:

إليك إله الخلق أرفع رغبتي --- وإن كنت يا ذا المن والجود مجرما
تعاظمني ذنبي فلما قرنته--- بعفوك ربي كان عفوك أعظما

--Hanya kepada-Mu, duhai Pencipta, daku letakkan segala asa, sekalipun aku hanyalah seorang pendosa, wahai Penggengam Anugerah dan Keagungan.
--Dosaku terlampau besar, namun saat ku bandingkannya dengan luasnya ampunan-Mu, sungguh ampunan-Mu, duhai Tuhanku, jauh lebih besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Membuktikan Eksistensi Tuhan" Apakah menjadi salah satu alasan Al-Quran diturunkan?

Grand Syekh Al-Azhar adalah juga Syekh Islam & Umat Islam

Itu (KAMU)