Kau Ter(LIHAT) -Ber(Beda)-
Untuk pertama kalinya aku memberanikan diri melihat dengan seksama sosok yang ada dihadapan Mataku. Satu-persatu segala macam hal yang menempel ditubuhmu. Rambutmu, bajumu, celana jeansmu, bahkan sepatu yang kau pakai, untuk pertama kalinya mataku menyempatkan singgah disepatumu. Kau masih saja mempesona dimataku. Hanya saja ada yang berbeda, ketika mataku terjatuh dimatamu. Kutatap matamu; pendar. Lalu, mataku terdampar disenyumanmu; pudar. Tatap dan senyuman yang tak seperti biasanya kulihat. Ada apa denganmu? Bukankah harusnya kau tengah bahagia dengan pilihanmu? Batinku bermonolog. Entahlah, aku tak tahu. Ketika itu; saat duduk berhadapan denganmu. Ratusan aksara dalam otakku saling beradu diiringi tanda tanya dibelakangnya. Bertanya-tanya mengenai perubahanmu yang begitu signifikan. Mengapa kau berubah? Mengapa matamu bersedih? Mengapa kau gugup? Mengapa dadaku masih saja a ketika kau berada dihadapanmu? Diantara banyak pertanyaan yang saling beradu dalam otakku, a...